Bagaimana Sikap Positifthinking di Kondisi “ New Normal ” Di Lingkungan Pendidikan?

Oleh : Rilis_Wahyu 
Email : riliswahyu87654@gmail.com


Menurut kalian apa sih  “New Normal”? saat ini tidak asing lagi di telinga kita dengan kata-kata “New Normal”. Baik melalui media televisi, surat kabar, maupun media sosial yang di dalamnya memuat ajuran dan himbauan dalam kondisi  “New Normal” dalam masa wabah covid 19 yang melanda di seluruh negara. Maka dapat diartikan  “New Normal” ialah kondisi dimana kita mulai menjalani hidup biasa dengan memperhatikan protokol kesehatan.
Kondisi  “New Normal” ini merupakan dampak adanya penyebaran virus covid 19. Adanya evolusi dari virus dari hewan sebelumnya yang mengakibatkan munculah virus yang sering kita sebut virus covid 19 yang menyerang pernafasan. Covid 19 ini daya jangkitnya sekitar 2%, namun tidak dapat dipungkiri daya jangkitnya yang cepat meski daya mematikannya lama. Dengan demikian kita di anjurkan menjaga kebersihan baik dari diri sendiri, linkungan kita tingal dan lingungan umum. Dimana kita harus tetap menjaga jarak dalam kerumunan, mengunakan masker, mencuci tanggan, menum makan bergizi, berorah raga, dan berganti baju selepas keluar rumah.
Dalam kondisi  “New Normal” ini kita juga patut untuk menjaga dan bersikap positif thinking agar daya imunitas tubuh kita tetap terjaga agar tidak mudah terjangit penyakit. Dengan kondisi yang mengharuskan kita kembali beraktifitas seperti biasa maka patutlah kita menjaga pola pikir. Dengan positifthinking membuat mood kita baik dan menjalankan hidup dengan baik. Seperti “Aku sebagaiman prasangka hambaku kepada Ku” bila kita yakin dan berserah diri pada Allah SWT yang memiliki obat dari seluruh penyakit, inshyaallah kita akan terlindungi tapi tetap istiqomah dengan jalan menaati protokol kesehatan “New Normal” dari pemerintah.
 Perubahan Sikap dan Mendset di Era  “New Normal”
Dengan perubahan ini layaknya kita sadar dan mawas diri adanya perubahan pola pikir yang sehat dan bersih. Karena adanya wabah ini mengingatkan kita untuk menjaga kebersihan diri, lingkungan rumah, dan lingkungan sekitar agar tetap bersih serta sehat. Patutlah kita bersukur dengan kondisi saat ini. Memang mengubah kebiasaan tak semudah membalikan telapak tangan, namun layaknya kita istiqomah dan adanya motifasi baik dari diri sendiri maupun dari orang lain disekitar. New Normal haruslah diawali dengan perubahan mendset dan sikap untuk hidup yang sehat, menjaga kebersihan dan tetap menghasilkan pundi-pundi kekayaan serta penetahuan dengan cara tetap berkerja dan sekolah online.
Mulailah isi pikiran dan mulailah merubah sikap dengan membaiki wawasan informasi dengan berita-berita yang baik dan positif. Namun jika kita berfikir dan bersikap negatif akan berdampak pada kesehatan dan aktivitas kita terganggu. Sehingga kita parno untuk melakukan dan beraktifitas diluar ruangan. Seolah hidup ini seperti burung dalam sangkar, yang hakikatnya kita mahluk yang suka dengan kebebasan. Patutlah kondisi New Normal ini mengembalikan rasa takut kita dari covid 19, namun juga tidak berlebihan. Karena sesuatu yang berlebih itu tidak baik. Jadikanlah kondisi New Normal ini biasa saja. Karena kehidupan kita berjalan seperti biasanya yang biasa-biasa saja.
Tandai Perubahan kondisi New Normal Saat Ini
Mulai di bukanya mall, pasar, kantor, forum oragnisasi, transportasi umum, rumah makan dan tempat ibadah, sudah mulai beraktifitas seperti sedia kala. Selama 2 bulan melakukan aktifitas berkerja, belajar dan beribadah dari rumah. Dengan adanya kondisi New Normal mengakibatkan bagi saya untuk menulis artikel ini unuk memenuhi Tugas Akhir Semester pada mata pembelajaran Tafsir Tarbawi yang di ampu bapak Abd. Halim, M. Hum. Agar bisa memberikan masukan dan pemahaman bagi saya dan bagi para pembaca artikel ini agar sama-sama bersukur,istiqomah dan saber serta pasrah dalam menjalani kehidupan kedepan.
Jika kalian ingin menganti gaya berpakaian serta penampilan, bersikap dan barang-barang pribadi anda. Maka segera lakukan agar menjadi pertanda bahwa kita sudah berubah dan siap memulai kehidupan yang baru. Kehidupan New Normal yang lebih baik dari kehidupan kemarin yang inshyaallah lebih menyenangkan, sehat, bahagia dan menguntungkan.
Doktrin Diri Sendiri yang Patut Kita Terapkan
Saya juga membuat perubahan pada diri saya dalam memulai keadaan New Normal ini seperti merubah pola makan, pola istirahat dan kegiatan yang bermanfaat baik ranah pengetahuan maupun sosial. Ingatlah ini semua musibah bagi kita semua dan ini semua atas ijin Sang Pencipta. Seperti kata opik “everything in the hand of Allah apa saja yang Allah kehendaki terjadi pasti terjadi”. Dan patutlah kita ingat bawasanya Allah maha baik dan Allah itu seperti prasangka hamba-Nya. Mari kita memulai hari dan beraktifitas lagi dengan niat, mindset, serta sikap yang phositifthinking terhadap Allah SWT.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penerapan Penilaian Dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak Di MI

Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), Dan Indikator Pembelajaran Mata Pelajaran Aqidah Akhlak MTs

MENGENAL TOKOH-TOKOH TASAWWUF MASA KLASIK, ABAD PERTENGAHAN, MODERN DAN KONTEMPORER.