Bagaimana Pandangan Kalian Mengenai Akhlak Tasawwuf dan Apa Saja Ruanglingkupnya?
Oleh : Rilis_Wahyu
Email : riliswahyu87654@gmail.com
Kali ini Rilis_Wahyu.com ingin membahas akhlak tasawwuf berserta ruanglingkupnya. Tidak hanya pengertian, tujuan, manfaat, dan contohnya, namun juga menjelaskan secara mendetail dari akhlak tasawwuf dan ruanglingkupnya. Banyak orangtua jaman sekarang yang mengidamkan akhlak baik pada anak-anaknya sehingga populernya sekolah yang berbasis islamik. Selain akhlak khulkarimah, orangtua menginginkan anaknya rajin beribadah atau yang sering disebut menjadi sosok yang religius. Lantas, apa hubungannya dengan pandangan umum mengenai akhlak tasawwuf di era sekarang?
1. Apa itu akhlak?
Secara bahasa akhlak berarti Budi pekerti, adat kebiasaan, perangai, muru'ah, atau segala sesuatu yang sudah menjadi tabi'at. Sedangkan secara istilah akhlak adalah sifat yang sudah tertanam didalam jiwa sehingga jika sudah tertanam tidak ada suatu yang harus dipertimbangkan. Akhlak juga diartikan sebagai tindakan yang awalnaya tercela karena suatu proses menjadi terpuji.
Secara Substansi, akhlak memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1). Perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa dan telah menjadi kepribadian. Sehingga dalam sehari-hari menjadi keterbiasaan dimana untuk berbuat sesuatu tanpa berfikir panjang terlebih dahulu.
2). Perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran.
3). Perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran.
4). Timbul dari dalam diri tanpa adanya paksaan dari orang lain.
5). Dilakukan dengan sungguh-sungguh bukan sandiwara.
6). Akhlak yang baik dilakukan ikhlas karena Allah SWT.
Ruang lingkup akhlak islami:
1). Akhlak terhadap Allah (hablum minallah).
Sikap atau perilaku kita kepada Allah SWT. Misalnya : taqwa, beribadah, tidak menyekutukan Allah, dan menjalankan segala perintah serta meninggalkan segala larangan-Nya.
2). Akhlak terhadap manusia (hablum minannas).
Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Maka dari itu adanya larang untuk menyakitkan secara fisik, hati manusia lainnya dan tidak boleh saling membunuh satu sama lainnya.
3). Akhlak terhadap lingkungan (hablum minal alam)
Lingkungan adalah suatu yang ada disekitar manusia, baik binatang, tumbuhan maupun benda hidup dan benda mati. Allah SWT menciptakan alam tidak lain untuk memberi fasilitas kepada manusia untuk memenuhi kebutuhan dan mempertahankan hidup, sehingga manusia berkewajiban untuk menjadi kholifah di muka bumi yaitu dengan cara menjaga, merawat, dan melestarikan untuk keberlangsungan kehidupan baik untuk kita di masa sekarang hingga anak cucu kita di masa mendatang.
Hubungan antara etika, moral dan susila, antara lain:
Akhlak bersumber penentu baik dan buruk pada diri manusia, jika akhlaknya mencerminkan Al Qur'an dan hadits maka baik pula perilakunya sehingga terciptalah keadaan masyarakat yang baik, sejahtera batiniah dan lahiriah.
Etika ialah Pola tingkah laku yang dihasilkan oleh akal pikiran manusia. Sumber penentu baik dan buruk pada etika adalah akal pikiran manusia yang secara teoritis bersifat umum.
moral adalah nilai atau sistem hidup yang dilakukan atau diberlakukan oleh masyarakat dan diyakini memberikan harapan munculnya kebahagiaan dan ketentraman.
Susila adalah aturan hidup yang lebih baik mengacu pada pembiasaan yang sesuai dengan nilai yang berlaku di masyarakat. Sumber penentu baik dan buruk pada moral dan susila adalah suatu kebiasaan yang berlaku karena bersifat praktis dan lingkup lokal serta individual.
2. Apa itu tasawwuf?
Secara bahasa tasawuf dibagi menjadi 5 arti:
1). Ahl ash-Suffah yaitu sekelompok orang di masa Nabi yang banyak berdiam diri di serambi masjid dan mengabdikan dirinya untuk beribadah kepada Allah SWT.
2). Shafa yang artinya suci.
3). Shaff yaitu orang yang ketika shalat selalu berdoa di barisan belakang.
4). Shopos (Yunani) yaitu hikmah (Arab) yang berarti kebijaksanaan.
5). Shuf yaitu bulu wol yang kasar (bulu domba)
Secara istilah usaha melatih jiwa secara sungguh untuk membersihkan jiwa mencerminkan akhlak yang mulia dan menemukan kebahagiaan spiritual.
Sufi adalah orang yang bersih dari kotoran. Penuh pemikiran dan hanya memusatkan semata-mata pada Allah swt. Karena harta, tahta, dan wanita tak senilai sama.
Tujuan Tasawwuf
1). Pembinaan aspek moral mampu mengendalikan secara kesinambungan hawa nafsu sehingga konsisten kepada keseluruhan moral.
2). Ma'rifatullah melalui penyingkapan lansung atau metode kasyf al-hijab.
3). Pendekatan secara mistis filosofis berupa hubungan tuhan dengan manusia seberapa dekat dengan-Nya.
Adapun Ciri- ciri pendekatan Mistisisme sebagai berikut:
1). Peningkatan moral;
2). Pemenuhan fana' (sirna) dalam realitas mutlak;
3). Pengetahuan intuitif langsung;
4). Ketentraman atau kebahagiaan.
Dasar Tasawuf
Dalam al-qur’an terdapat pada Qs. Qaf ayat 16, Qs. Fathir ayat 35. Dan dalam hadis nabi dan hadis qudsi yang menegaskan bahwa tasawuf ada dasarnya padahal di zaman Nabi tidak ada, akan tetapi di zaman Nabi melakukan perilaku tersebut, perilaku nabi sifat Nabi itu bentuk tasawuf dalam kehidupan zaman dahulu.
Pentingkah Tasawuf?
Pentingnya Tasawuf adalah agar manusia tetap terjaga baik secara jasmani dan rohani dengan badan dan dengan hati. Seperti pemaparan dibawah ini:
1). Mengenai unsur materi (QS.As-Sajdah 7-8)
Manusia berasal dari tanah sehingga posisinya rendah. Secara fisik manusia itu rendah akan tetapi secara non materinya.
2). Unsur non materi (Qs. Ass-Sajdah : 9, Al-Isra’ : 175, Al-Qadr : 4)
Membuat manusia dari materi rendah lalu Allah mengangkat derajat manusia karena manusia itu makhluk yang mempunyai ruh, manusia selalu unik dan mempunyai derajat yang tinggi supaya manusia menjalankan manusia yang mulia adalah ruh nya ketika. Penciptaan manusia harus di tiupkan manusia punya derajat karena ruh itu yg membuat manusia menjadi makhluk yang mulia dan tasawuf adalah cara menjaga ruh kita agar dekat dengan Allah.
Tuhan, alam dan manusia
alam adalah suatu yang diberikan Allah untuk manusia, manusia punya fasilitas yang banyak yang diberikan dari Allah SWT. Manusia bisa mengelola alam dengan optimal dan maksimal dengan catatan manusia harus selalu memahami alam dengan mengetahui IPTEK dan pemanfaatan ilmu pengetahuan yang diberi mandat oleh alam untuk fasilitas manusia. Tuhan bisa dicapai oleh filsafat dengan akal dan tasawuf dengan hati.
My Refleksi
Hubungan akhlak dan tasawwuf sangatlah berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain yaitu mengenai perilaku atau akhlak kita yang melekat sejak lahir dan sudah tertanam dalam jiwa, sehingga kita tidak bisa mengubah secara langsung karena itu dibawah alam sadar kita sebagai manusia yang tidak perlu berfikir panjang saat melakukan perbuatan. Sehingga dapat disimpulkan akhlak yaitu suatu tindakan secara sadar yang dilakukan sesorang yang awalnya dari tindakan tercela menjadi terpuji dengan adanya suatu proses pembentukan dan pembiasaan.
Sedangkan tasawuf adalah kembalinya pada kemurnian atau kesucian jasmani dan rohani . berupa adanya hubungan akhlak dan tasawuf yang saling berkesinambungan yaitu hubungan kedekatan hamba (manusia) dengan pencipta-Nya (Allah SWT).
Tuhan, Manusia, dan Alam ialah sesuatu yang tidak bisa terpisahkan dan selalu berkaitan karena Tuhan telah menciptakan manusia dengan segala kesempurnaanya dengan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang berupa Alam Semesta. Maka dari itu manusia berkewajiaban untuk patuh terhadap-Nya dengan menjalankan segala perintah dan menjahui larangan-Nya serta menjadi kholifah dimuka bumi ini berupa menjaga, merawat, dan melestarikan yang ada di alam semesta agar berlangsung secara harmonis baik untuk kita hingga anak cucuk kita nanti.
“Kita diciptakan oleh Sang Pencipta sebagai manusia, Maka manusikan manusia”
Sekian blog kali ini, dari aku untuk sahabat baca....thanks and sukses selalu buat kalian.
@Rilis_Wahyu
@rilisyanglagirindu
#jangankautanyasiapakarnaakupuntaktahu:(
Komentar
Posting Komentar