MARYAM BINTI IMRAN, FIGUR TELADAN MUSLIMAH DALAM MENJAGA KESUCIAN

Oleh : Rilis_Wahyu
Email : riliswahyu87654@gmail.com

Kali ini Rilis_Wahyu.com ingin membahas teladan untuk muslimah dalam menjaga kesucian. Al-qur’an yang merupakan kitab dari kaum muslim yang tidak lekang oleh waktu. Diamana ke agungan dan eksistensinya tidak di ragukan lagi dari mula perwahyuannya yang diberikan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw dengan perantara malaikat jibril sebagai salah satu mukziatnya. Dalam al-quran terkandung nilai tauhid, sains, hukum, dan cerita terdahhulu sebagai pembelajaran. Salah satunya kisah yang populer yaitu kisah Maryam binti Imran. Maryam merupakan wanita terpilih karena kemuliyaannya sehingga  dihormati oleh kaum muslim. 

Bagaimana mungkin seorang wanita suci bisa hamil meski tidak pernah disentuh oleh lelaki manapun. Tanda kuasanya Sang Pencipta karena “bagi-Nya tidak ada yang mustahil”. Wanita suci yang dimaksud ialah Maryam ibunda dari Nabi Isa As. Kata Maryam berasal dari bahasa Aram yang terdiri daru dua suku kata yaitu Mary yang berarti Tuhan dan Ama yang memiliki arti hamba perempuan. Maka arti dari Maryam yaitu hamba (perempuan) Tuhan. Dimasa kelahiranya maryam sudah memiliki tanda-tanda keistimewaan yaitu ia tidak di gangu saitan saat proses kelahirkannya. Dimasa kanak-kanaknya ia hudup bahagia dengan penuh ketaatan bersama ibunya selama 5 tahun. Setelah itu ia diserahkan kepada Nabi zakariyah (suami dari kakak maryam, Elizabeth) untuk memenuhi nazar ayahnya sebelum wafat, Maryam telah disiapkan untuk berkhitmat melayani keperluan haikal (rumah Allah) seperti yang tertera dalam Qs. Al-Imraan : 37.

Beranjak usia remaja 16 tahun Maryam masih tetap tinggal di Mihrab untuk I’tikaf serta nyaris tidak pergi keluar dari tempatnya itu. Terkadang ibunda Maryam mengunjunginya namun ada kejangalan karena selalu menemukan makanan di dekat putrinya itu. Namun maryam hanya menepis pertanyaan ibunya dengan kata-kata “makan itu berasal dari Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab”  dalil ini tertuang di Qs. Ali-Imran : 37. 

Maryam sudah dua kali mendapat perintah untuk berkhidmat meskipun ia seorang wanita satu satunya, hal ini tertuang di Qs. Ali-Imran : 42. Dan yang kedua tentang kesuciannya , Maryam telah mengandung seorang putra yang akan menjadi Nabi Allah yaitu Nabi Isa As. Dalam kitab kaum nasrani Maryam yang telah memiliki seorang anak lelaki (Nabi Isa As) lalu menikah dengan  seseorang yang bernama  yusuf atau tukang kayu yang menjadi ayah angkat dari isa atau al-masih.  Tak berselang lama setelahnya maryam memiliki empat orang anak yang menjadi saudara Nabi Isa as. Dengan kejadian ini kaum yahudi mengklim bawasannya Maryam telah berbuat zinah lalu menikah setelah bayi laki-laki itu lahir (nabi Isa as). Adanya argumen itu orang nasrani tidak bisa menyangkal tudahan dari kaum yahudi karena di al-kitabnya tidak ada kejelasan akan hal itu. Hingga al-qur’an turun menjelaskan kesucian 
Maryam  binti Imran yang tertuwang di Qs. At-Tahrim : 12. Dan menetapkan Maryam sebagai orang yang jujur yang tertuang di Qs. Al-Maidah : 75 serta mengambarkan sifat kekejian kaum israil karena telah menuduh Maryam berbuat zinah yang tercantum di Qs. An-Nisa : 156. 

Dalam riwayat Ibnu Katsir  mengapa maryam dipilih Allah menjadi seorang wanita suci dan diagungkan karena ibadahnya yang banyak, kezuhudan, kemulyaan, dan kesuciannya baik dari kotoran  dan bisikan syaitan dan yang kedua ia memilih Maryam atas kemuliaan dari seluruh wanita di seluruh bumi ini terdapat dalam (Karsir, 2003, hlm. 46).  Dari penafsir M. Quraish Shihab menyatakan Maryam terpilih menjadi wanita termulia karena sifat-sifat yang disandangnya dan karena dia menjadi wanita terpilih yang melahirkan seorang anak tanpa ada sentuhan dari lelaki, hal tersebut tertuang  dalam (M. Quraish Shihab, 2002, hlm. 89). Ibnu Katsir menjadikan Maryam menjadi salah satu wanita pertama sebagai wanita sempurna yang  akan menjadi penguni surga dan merupakan wanita sebaik-baiknya  wanita yamg ada di dunia.  Lantas hal tersebut kemudian diikuti Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad saw, dan Asiyah istri Fir’an (al- BidayaH wa an-Nihayam). Dimana tugas besar Maryam yaitu mengandung dan melahirkan Nabi Allah yaitu Isa As, merawat semasa kecilnya, dan mendidik Isa as untuk menjadi Nabi Allah SWT. Dengan keteguhan hati ia berjuang dan mengawal perjuangan sang putra untuk berdakwah, ia menjadi saksi siksaaan baik sebelum dihukum salib hingga adanya hukuman salib. Meskipun yang disalib itu bukan putra aslinya. Namun dengan ketaatannya pada Tuhannya ia mengetahui keadaan putranya telah diangkat ke langit dan dalam kondisi baik-baik saja, ia menggetahui dari mimpi dan dari kalam Allah yang disampaikan kepadannya. Maryam menjalani hidup bersama ke empat saudara Isa As dan murid nabi Isa As yaitu Yohanes hingga Sang Kuasa memangilnya.

Maka dapat disimpulkan hikmah dari kisah Maryam binti Ihram sebagai berikut:
》Menjadi wanita yang mampu menjaga ke suciannya dan menjaga hasrat dikala sendiri.
》Menjadi wanita yang amanah dan bertanggung jawab. 
》Menjadi wanita yang taat beribadah dan jujur.
》Menjadi wanita yang rela berkorban dan  tanguh menghadapi suratan takdir Allah.
》Dan menjadi ibu yang baik untuk anaknya.  

“Teruntuk Wanita Kau Harus Tahu”
Banyak hal yang berubah sejalan dengan waktu. 
Jadi, beribadahlah dan perbanyak ilmu pengetahuanmu selagi ada waktu.
Kejar asamu yang selama ini terniang di kepalamu. 
Memang kita tak mengerti rintangan apa saja yang ada didepan sana.
Tapi dengan figur wanita multifunsi,
Kau tak kan pernah kalah dan menyerah karena kehilangan apapun itu. 
Sebab kau tahu bahwa Allah selalu memegang erat tanganmu.
@Rilis_Wahyu

Sekian blog kali ini, dari aku untuk sahabat baca....thanks and sukses selalu buat kalian.

Rereresi : 
1. Ridha, Arkam. 2003. The 4 Greatest Woment In Islamick History. Pustaka Arafah: Solo.
2. Muzan Adiliah binti Musrom, sosok Maryam Dalam Al-Qur'an (Studi Komparaktif Antara Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Misbah). At-Tibyan, Jurnal of Al-Qur'an and Hadis Studies. Vol. 2 No. 1, Juni 2019.

@Rilis_wahyu
#rilisyanglagirindu
#jangankautanyasiapakarnaakupuntaktau

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penerapan Penilaian Dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak Di MI

Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), Dan Indikator Pembelajaran Mata Pelajaran Aqidah Akhlak MTs

MENGENAL TOKOH-TOKOH TASAWWUF MASA KLASIK, ABAD PERTENGAHAN, MODERN DAN KONTEMPORER.