SAMPAI MANA PENGETAHUAN KALIAN TENTANG TASAWWUF SUNNI (TASAWWUF AMALI DAN AKHLAQI) SEBAGAI SPIRITUALISME DALAM DUNIA ISLAMI?
Oleh : Rilis_Wahyu
Email : riliswahyu87654@gmail.com
Hallo sahabat bacaku, kali ini Rilis_Wahyu.com akan bahas tentang tasawwuf sunni atau nama populernya tasawwuf amali dan akhlaki. Hati manusia sudah di fitrahkan memiliki 2 sisi yaitu memiliki potensi untuk melakukan kebaikan atau melakukan perbuatan buruk yang disebut sebagai nafsu. Dengan adanya tasawwuf sunni ini kita bisa memproteksi diri dari sifat sombong, berburuk sangka, maksiat dsb.
Apa itu tasawwuf sunni (amali dan akhlaki)?
tasawwuf akhlaki ialah tasawwuf yang lebih menekankan pembinaan mental melalui pengendalian nafsu dalam upaya mendekatkan diri dengan Tuhan. Sedangkan tasawwuf amali ialah tasawwuf yang lebih menekankan
pembinaan moral dalam upaya mendekatkan diri kepada Tuhan. Jika tasawuf akhlaki berfokus pada pensucian jiwa, tasawuf amali lebih menekankan terhadap cara-cara mendekatkan diri kepada Allah SWT, baik melalui amalan lahiriah maupun batiniah.
Metode Pengajaran tasawwuf sunni (amali dan akhlaki)
1. Tasawwuf akhlaki, antara lain:
》takhalli ialah mengosongkan diri dari sifat-sifat tercela, dari maksiat lahir dan maksiat batin.(1) Definisi lain mengatakan bahwa, Takhallī adalah membersihkan diri sifat-sifat tercela dan juga dari kotoran atau penyakit hati yang merusak. Potensi nafsu yang ada dalam diri manusia harus dikendalikan, menurut para sufi agar manusia lebih maju, lebih bersungguh-sungguh menabur kebaikan dan kebajikan. Bukan sebaliknya, manusia diperbudak nafsu dan malah menuhankan
nafsunya, dan menyimpang dari kebenaran. Takhallī juga berarti mengosongkan diri sikap ketergantungan terhadap kelezatan duniawi. Al-Ghazali berpendapat bahwa sifat- sifat tercela itu adalah najis ma'nawi (najasah ma'nawiyah). Kalau seseorang tidak bersih dari najis maka hatinya menjadi kotor. Seluruh aktifitasnya menjadi kotor, dan tidak mungkin bisa dekat kepada Tuhan. Konsep al-zuhd (anti dunia) adalah langkah stratigis yang tepat dengan menanamkan rasa benci kepada kehidupan dunia serta mematikan hawa nafsu.(2)
》tahalli ialah menghiasi diri pribadi dengan kebaikan dan kebajikan, taat atas
segala yang diajarkan agama. Ketaatan atas syariat agama yang bersifat formal,
seperti shalat, puasa, zakat, haji dan lainnya. Akhlaknya menjadi tradisi dan
kebiasaan yang melekat pada seluruh aspek hidupnya. Sifat-sifat yang baik
datang dan sifat-sifat buruk hilang. Hal itu adalah suatu perjuangan yang selalu
diusahakan. Tahalli, merupakan tahap pengisian jiwa setelah usaha pengosongan dari sifat dan sikap mental yang buruk.
Menurut sufi, jasmani dan rohani yang sehat adalah langkah pertama
dalam rangkaian perjalanan kehidupan spiritual yang lebih kuat dan sungguh-sungguh. Latihan untuk meningkatkan amalan-amalan keagamaan dengan riyadlah dan mujahadah bernilai spiritual yang cukup berat. Tujuannya adalah untuk mengendalikan dan menguasai hawa nafsu. Jiwa manusia, menurut al-Ghazali, dapat dilatih, dikendalikan, dikuasai, diubah dan dapat dibentuk sesuai keinginan manusia itu sendiri. Latihan yang kuat dan terus menerus akan menjadi suatu kebiasaan yang mentradisi dan dari kebiasaan akan melahirkan kepribadian. Seseorang yang mampu mentradisikan takhalli dan tahalli, tertempa kepribadiannya dalam segala praktik hidup kesehariannya berdasarkan niat yang ikhlas. Keikhlasan dalam beribadah kepada Allah Swt, ikhlas dalam mengabdi untuk syiar agama, ikhlas bekerja untuk kepentingan masyarakat dan bangsa dan negara, ikhlas untuk berbuat kebaikan kebajikan.(3)
》tajalli ialah Adalah tahap yang dapat ditempuh oleh seorang hamba ketika ia sudah mampu melalui tahap Takhalli dan Tahalli. Tajalli adalah lenyapnya atau
hilangnnya hijab dari sifat kemanusiaan atau terangnya nur yang selama itu
tersembunyi atau fana segala sesuatu selain Allah, ketika nampak wajah Allah.
Tahap Tajallid i gapai oleh seorang hamba ketika mereka telah mampu melewati
tahap Takhalli dan Tahalli. Hal ini berarti untuk menempuh tahap Tajalli seorang
hamba harus melakukan suatu usaha serta latihan-latihan kejiwaan atau
kerohanian, yakni dengan membersihkan dirinya dari penyakit- penyakit jiwa
seperti berbagai bentuk perbuatan maksiat dan tercela, kemegahan dan
kenikmatan dunia lalu mengisinya dengan perbuatan-perbuatan, sikap, dan sifat-sifat yang terpuji, memperbanyak dzikir, ingat kepada Allah, memperbanyak ibadah dan menghiasi diri dengan amalan-amalan mahmudah yang dapat menghilangkan penyakit jiwa dalam hati atau diri seorang hamba. Tajalli adalah terungkapnya nur ghaib untuk hati seseorang mukmin. Terbukanya hijab (penutup) yang selama ini melekat dalam sifat- sifat kemanusiaan (basyariyah), dan sekaligus terang benderang nur memancar dari Cahaya yang Maha Suci. Berdasarkan firman Allah ''Allahu nuurussamaawaati wal-ardli, Allah Swt adalah Nur (cahaya) langit dan bumi.(4)
2. Tasawwuf amali, antara lain:
》iman ialah Iman atau aqidah merupakan prinsip keyakinan yang paling fundamental. Agama Islam mengajarkan pokok-pokok kepercayaan yang harus diyakini oleh setiap orang yang mengaku dirinya sebagai seorang mukmin. Perkembangan pemikiran mengenai pokok-pokok kepercayaan itu telah melahirkan aliran-aliran kalam, seperti Qadariyyah, Jabariyyah, Khawarij, Mu’tazilah, Murji’ah, Asy’ariyyah, Syi’ah. Dari sinilah lahir para filosuf muslim dengan membawa argumen-argumen rasional, antara lain al- Kindi, al-Farabi, Ibn Sina, Al-Ghazali, Ibn Rusd dan lain-lain.
》islam ialah lebih populer dengan istilah syari’ah. Syari’ah diartikan sebagai peraturan Tuhan yang harus dipatuhi oleh setiap muslim. Peraturan itu ada yang berkenaan dengan hubungan antara manusia dan Tuhan (habl min Allah) dan ada yang berkenaan dengan hubungan antara manusia (habl min al- Nas) atau hubungan kemasyarakatan. Hubungan manusia dengan Tuhan lazim disebut ibadah, dan hubungan kemasyarakatan lazim disebut dengan mu’amalah. Perkembangan pemikiran terhadap ajaran dasar kedua ini telah melahirkan mazhab- mazhab fiqh (hukum Islam), seperti Hanafiyyah, Malikiyyah, Syafi’iyyah, Hambaliyyah, dan lain-lain.
》ihsan ialah ajaran tentang rasa penghayatan akan hadirnya Tuhan dalam kehidupan seseorang. Penghayatan akan
kehadiran Tuhan dapat dilakukan melalui ibadah kepada-Nya, sehingga seseorang
merasa dekat kepada Tuhan, seolah-olah ia melihat Tuhan atau sekurang-kurangnya harus disadari Tuhan melihat dia. Rasa penghayatan akan kehadiran Tuhan dalam
diri seseorang ini kemudian dikembangkan dalam tasawuf. Perkembangan pemikiran
dan pengalaman tasawuf telah melahirkan tokoh-tokoh sufi dan aliran tasawuf. Di
antara tokoh-tokoh sufi tercatat nama Rabi’ah al-Adawiyah, Dzunun al-Misri, Abi
Yazid al-Busthami, Al-Hallaj, Al-Ghazali. Dari tokoh sufi tarekat terkenal seperti
Syaikh ‘Abd al-Qadir al-Jailani, Syaikh Bahauddin al- Naqsabandi, Syaikh Abû
Hasan al-Syadzalli dan lain-lain.
Pada hakekatnya, ketiga ajaran dasar Islam di atas, antara satu komponen
dengan komponen lainnya saling mendukung dan bersifat integratif. Artinya masing�masing komponen tidak bisa dipisahkan secara parsial, tetapi harus dipahami secara integral. Islam tidak absah tanpa iman, dan iman tidak sempurna tanpa ihsan. Bahkan
keterkaitan itu bisa bersinergi secara bersamaan, sehingga setiap satu komponen dari tiga komponen itu mengandung makna dua komponen lainnya. Dalam Islam terdapat
iman dan ihsan, dalam iman terdapat ihsan, dan dalam ihsan terdapat islam dan iman.(5)
Tokoh dari Tasawwuf Sunni (amali dan akhlaki)
1. Tokoh Tasawwuf Amali
》Hasan Al-Basri ( 21 H-110 H ) memiliki nama lengkapnya Al-Hasan bin Abi Al-Hasan Abu Said, lahir di Madinah pada tahun 21 H. Beliau adalah seorang sufi tabi’in yang termasyhur pada masanya. Prinsip ajaran taswuf Hasan Al-Basri yang paling utama adalah bersikap zuhud kepada dunia. Selain itu Hasan Al-Basri juga mengajarkan untuk berbuat Khauf ( rasa takut ) dan Raja’(pengharapan ) yang berarti merasa takut akan siksa Allah SWT dan memeohon ampun atas segala dosa-dosa yang telah di perbuat.
》Robi’ah Al-Adawiyah (96 H-185 H) memiliki nama lengkap Ummu Al-Khair Rabi’ah Al-Adawiyah Al-Qisiya. Beliau di lahirkan di Basrah pada tahun 96 Hijriyah.
Kehidupan beliau diliputi dengan kemiskinan,beliau tidak mau menerima
bantuan dari orang lain. Kehidupan sehari-harinya di habiskan uttuk selalu beribadah kepada Allah SWT dan juga menjauhi urusan yang bersifat duniawi. Konsep dari ajaran tasawuf Robi’ah Al-Adawiyah berfokus pada Al-Hubb ( cinta ) kepada Allah SWT. Cinta yang di anut oleh Robi’ah ini merupakan hubb al-hawa dan hubb anta ahl lahu. Dari tafsir Abu Thalib Al-Makiy menjelaskan bahwa hubb al-hawa berarti rasa cinta yang timbul karena nikmat yang kebaikan yang di berikan Allah SWT. Sedangkan, hubb anta ahl lahu bararti rasa cinta yang timbul hanya untuk yang di cintai, tulus bukan karena kesenangan duniawi.
》Dzun Nun Al-Misri ( 180 H-246H ) adalah seorang sufi yang hidup di pedalam mesir sekitar
pertengahan abad ke-3 Hijriyah, beliau lahir di tahun 180 H. Beliau memeiliki
nama lengkap Abu Al-Faidil bin Ibrahim Dzun Al-Misri. Konsep tasawuf beliau
menonjolkan tentang ma’rifat. Bahkan pendapat-pendapat beliau di anggap
zindiq ( tidak berpegang teguh dengan agama ).(6)
2. Tokoh Tasawwuf Akhlaki
》Hasan Al-Basri ( 21H-110H ) adalah seorang zahid dari kalangan tabiin yang lahir di Madinah pada tahun 21 Hijriyah. Beliau merupakan pelopor utama yang mulai meluaskan ilmu-ilmu kebatinan dan kesucian jiwa. Beliau berpandangan bahwa tasawuf merupakan ajaran untuk menanamkan rasa takut kepada Allah SWT di dalam diri setiap hamba. Beliau juga berpendapat bahwa duna ini adalah ladang beramal, banyak duka cita yang dapat memperteguh amal sholat.
》Al-Muhasibi ( 165H-243H ) memeiliki nama lengkap Abu Abdillah Al-Harist bin Asad Al-Basri Al-Baghdadi Al-Muhasibi. Beliau lahir di Basrah,Irak pada tahun 165
Hijriyah. Menurut beliau tasawuf adalah ilmu yang mengajarkan untuk selalu
bertaqwa kepada Allah SWT, menjalankan kewajiban sebagai hamba Allah dan
meneladani Rosulullah SAW. Kemudian beliau juga berpendapat bahwa ada 3 hal yang perlu di tekankan untuk l membersihkan jiwa dan untuk mencapai jalan keselamatan. 3 hal tersebut adalah melalui ma’rifat, khauf, dan raja’.
》Al-Qusyairi ( 376H-465H ) memiliki nama lengkap Abdul Karim bin Hawazim. Beliau
lahir di kawasan Nishafur pada tahun 465 Hijriyah. Beliau merupakan seorang
ulama’ yang ahli dalam berbagai disiplin ilmu pada masanya. Ajaran tasawuf
Al-Qusyairi di dasarkan pada Ahlusunnah Wal Jama’ah yang berlandasan ketauhidan. Menurutnya tidak haram jika seseorang menikmati kenikmatan
dunia, asalkan tetap berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah.
》Al-Ghazali ( 450H-505H ) memiliki nama lengkap Muhammad ibn Muhammad ibn
Ahmad Al-Thusi. Beliau lahir di Khusaran. Beliau di kenal sebagai seorang sufi,
filosof, fuqoha dan mutakallimin. Al-Ghazali berupaya mengembalikan ajarn
tasawuf yang sesuai syariat agama islam, dengan berpedoman pada Al-Qur’an
dan Sunnah. Al-Ghazali lebih kepada penekanan pendiidakan moral, dimana
sesorang dianjurkan memperdalam ilmu aqidah dan syariat terlebih dahulu
sebelum mempelajari ketasawufan.
My Refleksi
Sebagai mahluk yang diciptakan paling sempurna oleh Sang Kuasa, manusia memiliki fitrah untuk mengembangkan potensi yang mengarah kebaikan ataupun mengikuti hawa nafsu untuk melakukan keburukan. Dengan demikian perlulah kita sebagai seorang hamba untuk menekankan pembinaan mental dan moral melalui pengendalian nafsu dalam upaya
mendekatkan diri dengan Tuhan. Baik berupa pensucian jiwa dengan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT, baik melalui amalan lahiriah maupun batiniah. Maka dengan metode-metode tasawwuf sunni yang dirumuskan seperti takhalli, tahalli, dan tajalli serta iman, islam, dan ihsan. Sehingga munculnya perilaku untuk menjalankan perintah-Nya dan menjahui larangan-larangan yang telah Allah tetapkan, Berupa menghidari sifat sombong, tamak, berburuk sangka, Berbuat maksiat dsb. Sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh sufi sunni mari kita mengingat jasa-jasa para tokoh tasawwuf dari setiap masa ke masa. Sebab keilmuanya dan adabnya kita bisa mencontoh secara kongrit sehingga kita bisa lebih mudah mengamalkan setiap perintah Allah dan menjauhi larangannya. Maka dari itu, mari kita doakan para tohoh tasawwuf dimuliakan disisinya, segala ilmu jariahnya terus mengalir, ilmu-ilmunya bisa kita teruskan, diamalkan, dan dikembangkan untuk maju dari masa ke masa.
Cinta itu layaknya makrifat,
Tak perlu di teorikan.
Karena hakikatnya makrifat itu sejalan dengan Syari'at dan Toriqot.
Pasal Cinta Kau Pemenangnya.
Pasal Mengalah Aku Juaranya.
@Rilis_Wahyu.
Sekian blog kali ini, thanks buat sahabat baca...sukses selalu
Referensi:
1. Artani Hasbi, “Hakikat Kebenaran Mengkaji Tasawuf Akhlaki – Akhlak Kenabian”.Vol. 01 NO. 02, tahun 2016, hal.
62.
2. A. Gani, Tasawuf Amali Bagi Pencari Tuhan, (Bandung: ALFABETA, CV, 2019), hlm 35.
3. Artani Hasbi, “Hakikat Kebenaran Mengkaji Tasawuf Akhlaki – Akhlak Kenabian”.Vol. 01 NO. 02, tahun 2016,
hal.62.
4. A. Gani, Tasawuf Amali Bagi Pencari Tuhan, (Bandung: ALFABETA, CV, 2019), hlm 37.
5. Ibid, hlm. 45.
6. Taufiqur Rahman, “Sejarah Perkembangan Tasawuf Amali”, Asy-Syari’ah Vol.5 No.1, 2019, hal.70.
7. https://www.google.com/amp/s/dalamislam.com/akhlaq/tasawuf-amali/amp?espv=1 , diakses pada tanggal 25
September 2020 pada jam 07.20
@Rilis_Wahyu
#rilisyanglagirindu
#jangankautanyasiapakarnaakupuntaktau;'(
Komentar
Posting Komentar