RPP DALAM STRATEGI PEMBELAJARAN JIGSAW PADA MAPEL AQIDAH AKHLAK
Hayy sahabat baca, kembali lagi dengan Rilis_Wahyu. Com mungkin kali ini ada yang berbeda di myblog kenapa?...ya karena aku mau mencoba menulis tentang RPP dalam strategi pembelajaran jigsaw untuk mapel akidah akhlak. Mungkin bagi sahabat baca yang saat ini sedang kuliah keguruan, anak dari seorang guru, atau sahat baca yg sekarang sudah menjadi guru ataupun yang sekarang masih menjadi siswa yang nantinya bercita-cita menjadi guru pasti tidak asing dengan namanya RPP...ya kan:'
Sebelum kita bahas topik kali ini, aku mau tanya sama sahabat baca bagaimana nih puasanya?....Aku harap lancar dan kita mendapat kan manfaat serta ibadah puasa ini di terima oleh Allah SWT...aamiin🤲🏻
Apa Itu RPP?...
Menurut Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar.
Indikator, Tujuan, Materi, Strategi Jigsaw, dan Penerapan Strategi Jigsaw Learning
Kompetensi Dasar (KD) AQIDAH AKHLAK Kelas IX Semester Gasal di MTS sesuai KMA 183 Tahun 2019.
Indikator KI 3
3.3 Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh perilaku berilmu, kerja keras, kreatif dan produktif.
3.3.1 Menyebutkan bentuk dan contoh-contoh perilaku berilmu, kerja keras, kreatif, produktif.
3.3.2 Menunjukkan ciri-ciri orang yang memiliki sikap berilmu, kerja keras, kreatif, produktif.
3.3.3 Mempraktekkan sikap berilmu, kerja keras, kreatif, produktif.
Tujuan Pembelajaran
Perserta didik melalui metode kooperaktif dari jigsaw learning, diharapkan perserta didik mampu:
1. Menyebutkan bentuk dan contoh-contoh perilaku berilmu, kerja keras, kreatif, produktif dengan benar.
2. Menunjukkan ciri-ciri orang yang memiliki sikap berilmu, kerja keras, kreatif, produktif dengan benar.
3. Menunjukkan kebiasaan sikap berilmu, kerja keras, kreatif, produktif dengan benar.
Materi Pembelajaran
Bentuk dan dan contoh-contoh perilaku berilmu, kerja keras, kreatif dan produktif. Diantaranya yaitu:
A. Perilaku Orang yang Berilmu
Secara garis besar, ciri-ciri orang yang berilmu dan mencintai ilmu antara lain:
1.Memiliki semangat untuk menguasai ilmu tentang hal-hal yang belum diketahui.
2. Rajin mendatangi majelis-majelis ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum.
3. Selalu berusaha dengan maksimal untuk memperoleh ilmu pengetahuan.
4. Ringan mengeluarkan biaya.
5. Gemar bergaul dengan orang-orang yang berilmu.
B. Perilaku Orang yang Kerja Keras
Bentuk kerja keras dapat dilakukan dengan berbagai sikap, ciri-ciri orang pekerja keras antara lain:
1. Giat dan semangat dalam berusaha.
2. Mengerjakan usaha dengan tekun dan ulet.
3. Melaksanakan usaha dengan disiplin dan tertib waktu.
4. Tidak mudah menyerah.
C. Perilaku Orang yang Kreatif dan Produktif
Bentuk sikap kreatif dan produktif dapat dilakukan dengan berbagai cara. Sikap kreatif dapat ditunjukkan dengan:
1. Berusaha menciptakan usaha atau lapangan pekerjaan baru sesuai dengan keahliannya.
2. Mengembangkan kemampuan yang dimiliki dengan modal yang ada.
3. Mengutamakan kualitas produk dengan harga terjangkau.
4. Terbuka menerima saran dan keritik.
5. Selalu mengevaluasi hasil usahanya untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya.
Suatu ide dapat dikatakan kreatif jika memiliki kriteria bermanfaat, asli, realisstis, dan unggul.
Strategi Jigsaw Learning
Menurut Rusman Jigsaw adalah sebuah model belajar kooperatif yang menitik beratkan pada kerja kelompok siswa dalam membentuk kelompok kecil.
Sedangkan menurut H. Isjoni jigsaw merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai hasil yang maksimal. Jadi yang dimaksud dengan strategi jigsaw ialah suatu strategi pembelajaran yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai hasil yang maksimal dalam bentuk kelompok kecil.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa strategi jigsaw adalah suatu strategi atau cara yang sangat menarik jika materi yang dipelajari dapat dibagi menjadi beberapa bagian, dan materi tersebut tidak harus berurutan penyampaiannya.
Adapun model pembelajaran kooperatif dari Jigsaw, antara lain:
1. Guru memgelompokan siswa dalam kelompok kecil yang beranggotakan 4-6 siswa.
2. Guru memberi tugas untuk setiap anggota bertanggungjawab untuk mempelajari bagian tertentu dari tugas atau masalah yang di berikan.
3. Anggota kelompok yang memiliki tugas yang sama berkumpul dan berdiskusi tentang topik tersebut (kelompok ahli).
4. Kelompok ahli kembali ke kelompok awal untuk menerangkan hasil diskusinya kepada anggota kelompoknya secara bergilir.
5. Guru menunjuk salah satu kelompok untuk melaporkan hasil diskusinya dan dilengkapi oleh kelompok lain, dst sampai masalah diskusi selesai.
6. Klarifikasi guru atas hasil diskusi.
Tulis Penggunaan/ Penerapan Strategi Jigsaw Learning dengan Saintifik
Menurut Elliot Aronson, (dalam Okklien 2010: 16), ada 6 tahapan model pembelajaran Jigsaw yaitu:
1. Tahap pertama, dalam tahap ini guru mempersiapkan materi yang dirancang sedemikian rupa untuk pembelajaran berkelompok sesuai dengan pelajaran kooperatif, yakni siswa dibagi beberapa kelompok (tiap kelompok anggotanya 5-6 orang). Terdiri dari siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Selain itu dipertimbangkan kriteria heterogenitas lainya seperti jenis kelamin dan ras.
2. Tahap kedua, penyajian materi dalam penerapan kooperatif tipe Jigsaw pada awalnya diperkenalkan melalui penyajian kelas. Materi pelajaran diberikan kepada siswa dalam bentuk teks yang telah dibagi-bagi menjadi beberapa sub bab.
3. Tahap ketiga adalah setiap anggota kelompok membaca sub bab yang ditugaskan dan bertanggung jawab untuk mempelajarinya. Sebagai contoh, jika materi yang diberikan adalah alat komunikasi, seseorang siswa mempelajari tentang etika berkomunikasi, siswa lain mempelajari tentang etiket berkomunikasi.
4. Tahap keempat adalah anggota dari kelompok lain yang telah mempelajari dari sub bab yang sama bertemu dalam kelompok-kelompok ahli untuk mendiskusikanya.
5. Tahap kelima adalah setiap anggota kelompok ahli setelah kembali kekelompoknya bertugas mengajar teman-temanya.
6. Tahap keenam adalah ada pertemuan dan diskusi kelompok asal, siswa-siswa dikenai tagihan berupa kuis. Memberikan kuis pada siswa untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah pembelajaran. Siswa tidak diperbolehkan bekerjasama pada saat mengerjakan tes itu. Siswa menjawab seluruh pertanyaan secara induvidu.
Dengan Uraian Saintifik
Mengamati :
Contohnya: - siswa membaca buku sebagai sumber rujukannya.
- Siswa melihat situasi yang ada disekitar mengenai masalah yang ia harus jawab.
- siswa dapat menonton sumber lain dari internet berupa vidio di youtube.
Menanya :
Contoh: - memgelompokan siswa dalam kelompok kecil yang beranggotakan 4-6 siswa.
-Siswa ahli dapat menjelaskan hasil diskusi kepada anggota yang lain dengan bergilir.
- siswa ahli yang mewakili kelompok bisa mempersentasikan hasil diskusi di depan kelas.
- adanya sesi tanya jawab di bagian diskusi persentasi antar siswa ahli perwakilan kelompok tersebut.
Eksplorasi :
Contoh: - siswa berdiskusi kelompok untuk memecahkan pertanyaan dari guru.
-Siswa mengumpulkan data dari beberapa sumber baik dari pengalaman, buku pegangan (LKS), buku teks, artikel, dokumen, ataupun informasi yang diakses dari internet untuk menjawab pertanyaan.
-siswa dapat menonton sumber lain dari internet berupa vidio di youtube.
Mengasosiasi :
Contoh: -guru bersama siswa dapat menyimpulkan hasil diskusi mengenai masalah tersebut.
-Siswa dapat menganalisis sumber yang sesuai dengan pertanyaan dari guru.
-Siswa dapat menghubungkan fenomena yang terjadi dengan hasil diskusi dalam satu kelompok.
Mengomonikasikan :
Contoh: -guru dapat memberikan penguatan kepada siswa serta diakhiri dengan berdoa bersama.
-Siswa ahli dapat menjelaskan hasil diskusi kelompok kecilnya ke siswa ahli dari kelompok lain secara lisan di depan kelas.
-Siswa ahli menjelaskan hasil diskusi antar siswa ahli kepada anggota kelompok kecil secara bergilir.
Mungkin tak semua manusia paham isi kepalamu sedang meledak, hatimu hancur tak berkaruan, dan tubuhmu seletih apa.
Karena tak semua rasa bisa dituliskan oleh sang pena, maka Tuhan menciptakan Air Mata. Mengapa kita perlu menagis?...jawabanku singkat "agar api yang ada di dadamu padam oleh Air Mata". @Rilis_Wahyu
Sekian blog kali ini, thanks buat sahabat baca...sukses selalu
@Rilis_Wahyu
#rilisyanglagirindu
#jangankautanyasiapakarnaakupuntaktau
Komentar
Posting Komentar