Aqidah Akhlak di MI dan MTS; Dari Terpaksa Sampai Terbiasa Hujudkan Akhlakul Karimah
Oleh : Rilis_Wahyu
Email : riliswahyu87654@gmail.com
Hayy sahabat baca, kembali lagi dengan Rilis_Wahyu.Com mungkin kali ini ada yang berbeda di myblog kenapa?...ya karena aku mau mencoba menulis tentang materi Aqidah Akhlak di MI dan MTS; Dari Terpaksa Sampai Terbiasa Hujudkan Akhlakul Karimah. Kata kebanyakan orang masa enaknya sekolah tuh saat SD dan SMP, mungkin aku dan kalian merasakan masa-masa bermain di SD yang funs kemudian di SMP yang penuh cinta kasih dan perhatian dari guru-guru SMP dan ngak ketinggalan kita mulai mengenal cinta monyet. Ehhaaa...masih pada inget doi cinta monyet ngak sih?...kalo aku up ya...wkwk;’. sehingga dimasa-masa SD dan MTS ini momen gold untuk menanamkan aqidah dan akhlak yang benar dan lurus. okee kita kembali ketopik awal.
Apa Pengertian dari Aqidah Akhlak?
)) Pengertian Aqidah
● secara etimologi (bahasa) berasal dari kata “aqadya’qidu-aqdah” yang memiliki arti yakni ikaan perjanjian, sangkutan, dan kokoh.
● Sedangakan, Dalam pengertian teknis artinya aqidah ialah iman atau keyakinan.
● Dan meneurut istilah adalah dasa-dasar pokok kepercayaan atau ketakinan hati seorang muslim yang bersumber dari syariat islam yang mengikat secara wajib bagi seluruh muslim.
)) Pengertian Akhlaq
Secara etimologi (bahasa) akhlaq berasal dari bahasa arab, yang merupakan jamak dari kata “khuluq atau al-khulq.” khuluq atau al-khulq secara dapat diartikan sebagai budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat seseorang.
Pandangan Imam Al-Ghazali Tentang Akhlak
Menurut Iman Al-Gazali akhlaq adalah suatu perbuatan yang konstan dan sesuatu yang tidaka ada paksaan serta tekanan saat menjalankan aktifitas tersebut. Akhlak bisa dipupuk dengan konsistensi dan disiplin diri, sehingga dari yang awalnya terpaksa kemudian terbiasa. Misalnya untuk membiasaakan sholat kepada anak-anak kita mulai dari mencontohkan, lalu mengajarkan tata caranya (doa), kemudia adanaya pendampingan, dan pada akihirnya anak sudah terbiasa untuk sholat. Sebagai contoh akhlaq baik kepada guru yang dilakukan secara konstan dan tanpa paksaan.
Kenapa Harus Ada Mata Pelajaran Aqidah-Akhlaq?
Mata pelajaran aqidah-akhlaq dalam pendidikan berfungsi untuk:
a. Penanaman nilai ajaran Islam sebagai pedoman mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat,
b. Pengembangan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta akhlaq mulia peserta didik seoptimal mungkin, yang telah diterima lebih dahulu dalam lingkungan keluarga;
c. Penyesuaian mental peserta didik terhadap lingkungan fisik dan sosial melalui aqidah-akhlaq;
d. Perbaikan kesalahan dan kelemahan peserta didik dalam hal keyakinan, pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari;
e. Pencegahan dari perilaku negatif bagi peserta didik, yang bersumber dari lingkungannya atau budaya dalam kehidupannya sehari-hari.
f. Pengajaran tentang informasi dan pengetahuan keimanan dan akhlaq, serta sistem dan fungsional;
g. Penyaluran peserta didik untuk mendalami aqidah-akhlaq pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Bagaimana Tujuan Adanya Mata Pelajaran Aqidah-Akhlaq di MI Dan MTS?
Mata pelajaran aqidah-akhlaq bertujuan untuk membekali peserta didik agar dapat menumbuh kembangkan aqidah melalui pemberian pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengalaman, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang aqidah Islam sehingga menjadi muslim yang terus berkembang keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah. Selain itu untuk mewujudkan manusia Indonesia yang berakhlaq mulia dan menghindari akhlaq tercela dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan individu maupun sosial, sebagaimana manifestasi dari ajaran dan nilai-nilai akidah Islam.
Apa Saja Ruang Lingkup Materi Aqidah-Akhlaq Di MI:
1. Aqidah,
2. Akhlaq,
3. Adab Islami,
4. Kisah Teladan.
Apa Saja Ruang Lingkup Materi Aqidah-Akhlaq Di MTS:
1. Aqidah
Materi yang menjadi topik pembahsaan yaitu: Dasar dan Tujuan Aqidah islam; Sifat-sifat Allah; al-Asma’ al-Husna; Iman kepada Allah; Kitab-kitab Allah; Rasul Allah; Hari Akhir; Qadha Qadar.
2. Akhlaq Terpuji
Ber-tauhid; Ikhlas; Ta’at; Khauf; Taubat; Tawakal; Ikhtiar; Sabar; Syukur; Qanaa’ah; Tawadzu; Husnuzd-dzan; Tasamuh; dan Ta’awun; Berilmu; Kreatif; Produktif.
3. Akhlaq Tercela
Materi yang menjadi topik pembahsaan yaitu: Kufur; Syirik; Riya’; Nifaq’; ‘Ananiah; Putus Asa; Ghadlab; Thama’; Takabur; Hasad; Dendam; Ghibah; Fitnah; Namimah.
4. Adab Islam
Materi yang menjadi topik pembahsaan yaitu: Adab Beribadah; Adab Kepada Orang Tua dan Guru; Adab Kepada Saudara, Temen, dan Tetangga; Adab Terhadap Lingkungan.
5. Kisah Teladan
Materi yang menjadi topik pembahsaan yaitu: Nabi Sulaiman as dan Umatnya; Ashabul Kahfi, Nabi Yunus as, dan Nabi Ayyub as; Kisah Sahabat: Abu Bakar ra, Umar bin Khattab ra, Usman bin Affan ra, dan Ali bin Abi Tholib ra.
My Refleksi
Aqidah dan akhlaq adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kedua hal ini saling melengkapi dan saling berkaitan. Seseorang yang memiliki aqidah yang baik tentu akan memiliki akhlaq yang baik pula. Sebagaiman di kemukakan oleh Al Habib Umar bin Hafidz “Orang yang tinggi akhlaknya, walaupun rendah ilmunya lebih mulia dari orang yang banyak ilmunya tapi kurang akhlaknya.” Adabila seseorang memiliki aqidah yang baik namun akhlak-nya buruk percuma saja, begitu pula sebaliknya. Aqidah merupakan kewajiban yang mengikat agar berakhlaq mulia. Sedangkan akhlaq ialah sesuatu perbuatan yang lahir dengan spontan (reflek) tanpa berpikir jangka panjang. Misalnya dalam sehari-hari, ketika kita sedang antri (baik ATM, belanja, naik transportasi umum, dsb). Hak Kita diambil secara paksa, sehingga kita harus bersikab seperti apa?. Untuk mengedukasi diri sendiri, pelaku, maupun orang yang disekitar kita, yaitu dengan Lapang dada, Tunjukan senyum manismu, dan Berikan sok trapi “maaf ibu saya sebagai orang yang lebih muda menghormati ibu untuk duluan, monggo.” Tentu secara psikologi itu sangat mengena sehingga diharapkan pelaku dan orang yang terlibat disitu menjadi terdedukasi akan budaya antri. Oleh karena itu, yang perlu kita lakukan yaitu dengan menerapkan Aqidah dan akhlaq secara seimbang dalam menjalankan aktifitas sehari-hari hinga terwujudnya lingkungan yang ber-Akhlakul Karimah.
“Dikenal oleh jutaan penduduk bumi, memang menyenangkan.
Tapi patut diingat dunia awwaluha Daur, wa ahluha Tambur, wa akhiruha Hancur.
Mengagumkan saat penduduk bumi tak mengenalmu tapi kau amatlah terkenal oleh penduduk dilangit, karena kau pengang teguh esensial Islam pada Aqidah dan akhlaq yang selalu dilaksanakan.”
@Rilis_Wahyu
Sekian blog kali ini, thanks buat sahabat baca...sukses selalu
@Rilis_Wahyu
#rilisyanglagirindu
#jangankautanyasiapakarnaakupuntaktau
Komentar
Posting Komentar