Dasar - Dasar Pembelajaran Aqidah - Akhlak Di MI dan MTS
Oleh : Rilis_Wahyu
Email : riliswahyu87654@gmail.com
Hayy sahabat baca, kembali lagi dengan Rilis_Wahyu.Com mungkin kali ini ada yang berbeda di myblog kenapa?...karena aku mencoba melanjutkan topik tulisanku yang kemarin. Nahh pembahasan kali ini tentang Dasar-Dasar Materi Aqidah Akhlak di MI dan MTS. Membahas mengenai pembelajaran maka tidak akan luput dengan namanya dasar-dasar dari materi, maka dalam blog kali ini akan membahas ruang lingkup dari dasar-dasar materi Aqidah Akhlak d MI dan MTS.
Acuan Pembelajaran Aqidah - Akhlak
Beracuan oleh Keputusan Mentri Agama Republik Nomer 183 Tahun 2019 Tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab Pada Madrasah. Pendidikan Agama Islam, Terdiri dari:
1. Al-Qur'an Hadist,
2. Aqidah Akhlaq,
3. Fiqih,
4. Sejarah.
Menjadi seorang guru PAI sudah harus disiapkan kualitas dan kuantitas untuk menguasai lingkup materi PAI. Namun juga harus meperhatikan dan menaati peraturan KEMENAK, supaya seimbang.
Dalam proses pembelajaran PAI tentulah ada sebuah tantangan yang bersifat internal maupun eksternal. Dapat dijelaskan yaitu:
)) Tantangan Internal Pendidikan Agama Islam
1. Belum tercapainya secara masif tujuan pendidikan khususnya beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia.
2. Pembelajaran PAI secara umum masih pada tatanan pengetahuan belum menjadikan agama sebagai jumlah hidup untuk menuntun perserta didik secara spritual dan saleh sosial.
3. Di sisi lain, kecenderungan pola kehidupan berbangsa dan beragama yang ekstrim-tekstualis dan skuler-liberalis telah mempengarui kehidupan masyarakat dan dapat merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.
)) Tantangan Eksternal Pendidikan Agama Islam
1. Semakin menguatnya faham transnasional yang berpotensial menggeser cara beragama khas Indonesia yang moderat, toleran, dan membudaya.
2. Isu yang terkait dengan lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebagkitan industri kreatif dan budaya, serta semakin terbukannya akses pendidikan secara global.
3. Era disrupsi yang memiliki ciri uncertainty (ketidak pastian), complexity (kerumitan), fluctuity (fluktuasi), ambiguity (kemenduaan) berdampak terhadap kehidupan manusia.
Pengembanagan Pendidikan Madrasah
Adapun 5 Pilar yang membentuknya meliputi:
1. Keagamaan,
2. Kebangsaan,
3. Kemandirian,
4. Keumatan,
5. Kemodernan.
Tujuan Pembelajaran Kurikulum PAI
"mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki pola pikir dan sikap keagamaan yang moderat, inklusif, berbudaya, religius, serta memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, produktif, kreatif, inovatif,, dan kolaboratif, serta mampu menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia."
Tujuan Pembelajaran Aqidah Akhlaq di MI dan MTS
● menumbuh kembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamatan, pembiasaan, serta pengalaman perserta didik tentang akidah Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketekwaannya kepada Allah SWT;
● mewujudkan manusia Indonesia yang berakhlak mulia dan menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan individu maupun sosial, sebagai manifestasi dari ajaran dan nilai-nilai akidah Islam.
Standar Kompetensi Lulusan Mapel Aqidah Akhlak di MI dan MTS
)) SKL MI
Mengenal dan menyakini rukun iman, dengan melakukan pembiasaan kalimat-kalimat Thoyyibah dan melakukan pengenalan serta meciptakan pemahaman sederhana dan pengamalan rukun iman dan asmaul husna. Dan pengalaman akhlak mulia dan menjauhi akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari.
)) SKL MTS
* membahas mengenai peningkatan pemahaman dan keyakinan tentang dalil naqli dan aqlinya tentang rukun iman. Begitu juga dengan pemahaman terhadap asmaul husna dengan menyebutkan ciri-ciri dalam fenomena kehidupan dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.
* membiasakan pengamalan akhlak terpuji yang bersifat kompleks seperti ikhlas, taat, khauf, taubat, tawawal, ikhtiar, sabar, syukur, qana’ah, tawadhu’, Husnuzon, tasawuh, ta’awun, berilmu, kreatif, produktif, dan pergaulan remaja dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain pula, peserta didik diharapkan untuk menghindari akhlak tercela juga yang terdiri dari berbagai aspek. Contoh namimah, riya, amaniyah, tamak, takabur, hasad, dendam, ghibah, fitnah dan namamiah.
My Refleksi
Dalam membahas dasar pembelajaran Aqidah Akhlaq di MI dan MTs sudah terangkum didalam KMA dengan bahasa secara sederhana tentang sumber hukum Islam yaitu Al-Qur'an, Hadis dan Ijtihad ulama, serta KMA juga membahas kurikulum yang sesuai zaman kontemporer saat ini. Dalam setiap pembelajaran tentu memiliki tantangannya sendiri-sendiri baik dari segi internal maupun eksternal. Sebagai calon guru dan masyarakat milenial muslim sudah sepatutnya kita taat kepada Allah SWT (beriman dan betakwa) dan tentunya harus menjadi generasi cendikia muslim yang memiliki intlektual yang memadai untuk bekal dunia dan akhirat. Dan mencegah adanya mujahadah an-nafs ataupun mencari sulusi dalam memecahkan masalah ATHG (Ancaman Tantangan Hambatan Gangguan) dengan berbagai metode dan strategi pembelajaran.
Tujuan pembelajaran Aqidah Akhlaq di MI dan MTs biasanya bercorak pada Quran dan Hadis. Tapi dalam pelaksanaannya, pembelajaran ini menekankan pada nilai ketauhidan dan akhlak agar adanya ketersesuaian dalam bidang aturan agama, negara, dan masyarakat. Hal ini selaras dengan SKL yang mengharapkan pembelajaran aqidah akhak mampu membentuk karakteristik generasi muslim yang beriman bertakwa, moderat, berintelektual dan memiliki akhlakul karimah
“Jika layak maka perjuankan
Tegas macam orang Batak
Kerja keras macam kuli Jawa
Berfikir teliti macam orang minag”
@Rilis_Wahyu
Sekian blog kali ini, thanks buat sahabat baca...sukses selalu
@Rilis_Wahyu
#rilisyanglagirindu
#jangankautanyasiapakarnaakupuntaktau
Komentar
Posting Komentar