Media Pembelajaran Aqidah Akhlak Di MI
Oleh : Rilis_Wahyu
Email : riliswahyu87654@gmail.com
Gambar dari Google
Hayy sahabat baca, kembali lagi dengan Rilis_Wahyu.Com untuk myblog kali ini aku mencoba melanjutkan topik tulisanku yang kemarin. Nahh pembahasan kali ini tentang Media Pembelajaran Aqidah Akhlak MI. Bicara mengenai proses pembelajaran tidak akan lepas dari kaidah Tujuan, Materi Pembelajaran, dan Metode dari Materi Aqidah Akhlak. Aqidah Akhlaq merupakan salah satu rumpun mata pelajaran pembelajaran agama di madrasah (Al-Qur’an Hadits, Aqidah Akhlaq, Syari’ah/Fiqih Ibadah Muamalah dan Sejarah Kebudayaan Islam) yang secara integratif menjadi sumber nilai dan landasan moral spiritual yang kokoh dalam pengembangan keilmuan dan kajian keislaman. Untuk menyingkat waktu kita kupas tuntas materinya geasss...
Pendidikan adalah kebutuhan yang tidak dapat mengembangkan segala potensi dan keterampilan yang ada pada dirinya sesuai dengan bakat, minat, dan kemauan. Guru adalah faktor penting bagi sebuah bangsa, karena untuk menjadi bangsa yang maju haruslah dibangun oleh manusia yang berpendidikan, cerdas, dan terampil. Maka dari itu Guru yang ada harus berlandaskan pada agama, sebagaimana Allah telah berfirman dalam QS.Shaad ayat : 29.
Artinya: “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan
berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran”. (Q.S. Shaad: 29)[1]
Sebagai guru harus memiliki kompetensi untuk melaksanakan tugas untuk mengajar dengan baik salah satunya yaitu dengan menggunakan media pembelajaran. Guru harus menggunakan media pembelajaran yang bervariasi agar proses belajar mengajar lebih efektif dan menarik, sehingga peserta didik tidak merasa bosan saat belajar mengajar
sedang berlangsung. Seharusnya setiap guru memiliki kemampuan untuk menggunakan media pembelajaran dengan baik, namun pada kenyataannya tidak semua guru dapat menggunakan media pembelajaran dengan baik, sehingga proses belajar mengajar masih
bersifat konvensional.
Sesuai dengan pendapat Yusuf Al-Qardhawi bahwa di antara aspek pendidikan yang terpenting dan paling signifikan untuk segera dibentuk dan ditanam di dalam diri setiap insan muslim adalah aspek kejiwaan atau akhlak. Hal ini tidak lain karena akhlaklah yang merupakan tonggak pertama untuk membawa perubahan yang lebih baik terhadap masyarakat.[2]
A. Pengertian Media Pembelajaran
Media merupakan apa saja yang mengantarkan atau membawa informasi ke penerima informasi. Di dalam proses belajar mengajar yang pada hakikatnya juga merupakan proses komunikasi. Informasi atau pesan yang dikomunikasikan adalah isi atau bahan ajar yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Sumber informasi adalah guru, penulis buku, perancang dan pembuat media pembelajaran lainnya, sedangkan penerima informasi adalah siswa atau warga belajar.[3]
Kata media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar.[4] Dalam bahasa arab media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.[5] Media merupakan alat untuk menyampaikan informasi atau pesan dari suatu tempat ke tempat lain. Media digunakan dalam proses komunikasi, termasuk kegiatan belajar mengajar. Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, yakni guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran.[6]
Media adalah alat untuk membantu suatu kegiatan agar dapat menjadi lebih mudah.
Saat ini media di desain untuk semakin memudahkan manusia dalam suatu kegiatan. Tidak terkecuali dibidang pendidikan, saat ini ada banyak media pembelajaran yang dapat ditemukan. Pembelajaran dapat dikatakan menyenangkan apabila suasana di kelas dirasa rileks, bebas dari tekanan, aman, menarik, dan dapat menumbuhkan minat belajar serta konsentrasi peserta didik. Untuk itu sebagai pendidik harus dapat lebih memahami kebutuhan salah satunya dengan menggunakan bantuan media pembelajaran.[7]
Gerlach dan Ely mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar
adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan keterampilan atau sikap secara lebih khusus. Pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan alat alat grafis, fotografis, atau elektronik, untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual dan verbal.[8] Gagne dan Briggs juga berpendapat, media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik untuk menyampaikan isi materi pengajaran.[9]
Media merupakan salah satu sarana penunjang tercapainya tujuan pendidikan.
Media pembelajaran digunakan guru sebagai sarana komunikasi untuk menyalurkan pesan kepada siswa. Tanpa adanya media dalam proses belajar-mengajar, maka komunikasi dalam proses tersebut akan gagal dan materi yang diberikan guru kepada peserta didik tidak akan tersampaikan dengan baik. Selain sebagai penyalur, media juga dapat memperjelas pesan atau materi yang diberikan.[10]
Media juga dapat diartikan sebagai alat bantu yang dapat digunakan sebagai
penyampaian pesan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Media merupakan sesuatu yang bersifat meyakinkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri peserta didik tersebut. Media merupakan bagian yang melekat atau tidak terpisahkan dari proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.[11]
Selain itu media juga dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Media pendidikan merupakan sarana dan prasarana untuk menunjang terlaksananya kegiatan pembelajaran. Untuk itu dari semua pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran perlu memberikan perhatian yang memadai untuk masalah ini. Keberadaan media tidak dapat diabaikan begitu saja dalam proses pembelajaran hal ini dikarenakan tanpa adanya media pendidikan, pelaksanaan pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik termasuk dalam proses pembelajaran bidang
studi.[12]
Jadi dapat disimpulkan bahwa media merupakan suatu komponen sumber belajar yang didalamnya berisikan materi instruksional yang dapat membuat peserta didik menjadi sangat bersemangat untuk belajar.
Oleh karena itu, guru dituntut untuk mampu menyediakan dan menggunakan
berbagai media pembelajaran yang sesuai dengan materi agar siswa lebih efektif dan efisien dalam belajar. Penggunaan media yang tepat akan turut menentukan tingkat
keberhasilan proses pembelajaran begitu juga halnya dalam proses pembelajaran Akidah Akhlak, baik dalam menjelaskan materi pelajaran, penanaman pengalaman serta upaya membantu siswa untuk mengingat lebih lama pengalaman belajar yang telah diperoleh. Penggunaan media dalam proses pembelajaran hendaknya bervariasi dan tetap sesuai dengan materi yang diajarkan agar proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan sebaiknya.[13]
Pada umumnya, media pembelajaran merupakan alat bantu proses belajar mengajar yang digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan ataupun keterampilan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar.[14]
Media pembelajaran merupakan salah satu unsur terpenting dalam proses
pembelajaran selain metode pembelajaran. Secara umum, media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim kepada penerima pesan yang dapat meningkatkan cara berpikir, dan minat belajar siswa.[15]
Media pembelajaran dapat dikatakan sebagai alat bantu pembelajaran, yaitu segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini masih cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber,
lingkungan, manusia dan metode yang digunakan untuk tujuan pembelajaran.[16]
Media pembelajaran merupakan bagian dari sumber belajar yang merupakan
kombinasi antara perangkat lunak (bahan belajar) dan perangkat keras (alat belajar).[17]
Media pembelajaran dapat dikatakan sebagai bahasanya guru sehingga untuk beberapa hal media pembelajaran dapat menggantikan fungsi guru terutama sebagai sumber belajar.[18]
Dengan demikian media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.
B. Jenis Media Pembelajaran Aqidah Akhlak di MI
1. Media pembelajaran menurut bentuknya Media pembelajaran menurt bentuknya ini dibagi menjadi dua yaitu media dua dimensi dan media tiga dimensi. Media dua Media yaitu media yang berbentuk bidang datar hanya memiliki ukuran panjang dan lebar saja. Contohnya seperti gambar dengan berbagai lenis, grafik, peta, poster, bagan, (tabel,organisasi, arus, pohon, balikan, lipatan, silsilah), aflas, surat kabar, majalah, kliping, kartun, sketsa, foto dan buku-buku. Sedangkan media tiga dimensi yaitu media yang berbentuk isi (volume) memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi, atau media yang dalam bentuk model. Contohnya seperti objek, model, mock-up, globe, diaroma, dan specimen. Media tiga dimensi yang sering digunakan dalam pembelajaran adalah model dan objek.
2. Media Pembelajaran Menurut Perangkatnya media pembelajaran diklasifikasikan menurut perangkatnya dapat dibedakan menjadi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). "Hardware" dan "software". Software atau perangkat lunak adalah isi pesan yang disimpan pada material. Media pembelajaran yang termasuk perangkat lunak, misalnya isi pesan yang disimpan pada transparan OHP, kaset audio, kasetvideo, fllm, slidedan sebagainya. Hadrware atau perangkat keras adalah peralatan untuk menyampaikan pesan yang disimpan pada materials untuk disampaikan kepada audien. Media pembelajaran yang termasuk dalam perangkat keras, misalnya proyektor, OHP, Proyektor film, video, tape recordel proyektor slide, kamera, komputer dan sebagainya.
3. Media Pembelajaran Menurut Indera Penerimanya Media pembelajaran menurut indera penerimanya terbagi atas media visual dan media audio. Media visual yaitu media yang pesannya hanya dapat diamati dengan indera penglihatan. Media ini merupakan jenis media yang mempunyai informasi secara visual, tetapi tidak dapat menampilkan suara maupun gerak contohnya gambar, foto, grafik, dan poster.
Media audio yaitu media yang menghasilkan pesan hanya dengan suara saja. Jenis media ini juga hanya mengandalkan kemampuan-kemampuan suara semata contohnyaradio, tape recorder, labotorium bahasa.
Ada juga media yang sekaligus dapat diamati dengan indera penglihatan dan pendengaran. Media pembelajaran jenis ini disebut dengan media audio visual. Media audio visual dapat didefinisikan sebagai media yang dapat menghasilkan pesan, yang dapat dilihat dan didengar. Media ini merupakan media yang paling lengkap, karena menggunakan kemampuan audio visual dan gerak. Yang termasuk media audio visual misalnya televisi, video, proyektor film bersuara, slide bersuara.
4. Media Pembelajaran Menurut Cara KerjanyaMedia pembela.jaran menurut cara kerjanya diklasiflkasikan menjadi 2 yaitu media proyektabel dan non proyektabel. Media proyektabel yaitu media yang cara kerjanya dengan menggunakan sistem proyeksi. Media dengan proyeksi ialah jenis media yang penggunaannya memakai proyektor, misalnya: slide proyektor, opaque proyektor, overhead proyektor dan segala jenis film. Media non proyektabel yaitu media yang dapat diamati tanpa menggunakan sistem proyeksi dan langsung dapat diamati. Media non proyektor adalah jenis media yang penggunaannya tanpa proyektor dan
mempunyai ukuran panjang, lebar, tebal dan tinggi. Misalnya berbagai jenis model,
diorama, globe.
5. Media Pembelajaran Menurut Sifatnya
Media pembelajaran menurut sifatnya diklasifikasikan menjadi media bergerak dan media diam. Media yang dapat bergerak yaitu media yang dapat menghasilkan pesan/gambar yang dapat bergerak, contohnya gambar hidup/bergerak yang terlihat pada gambar yang ada di film gambar pada video/televisi. Media diam yaitu pesan yang diperoleh dari media tersebut hanya diam saja tidak bergerak. Media ini disampaikan dalam bentuk visual artinya hanya dapat dilihat, karena itulah media ini juga bisa disebut media visual diam yang merupakan jenis media yang mempunyai kemampuan menyampaikan informasi secara visual, tetapi tidak dapat menampilkan suara maupun gerak. Yang termasuk klasiflkasi media jenis ini misalnya: gambar dari film slides, gambar dari transparan pada OHP, film rangkai, halaman cetak, video file.
6. Media Pembelajaran Menurut Kelompok Penggunanya
Media pembelajaran menurut kelompok penggunanya dibedakan menjadi media
individual, media kelompok, media kelompok besar.
Media individual yaitu media tersebut hanya dapat digunakan secara
perorangan/individu. Sebagai contoh misalnya: mikroskop, lensa, kamera.
Media kelompok artinya media tersebut dapat digunakan secara perorangan juga dapat digunakan secara kelompok, misalnya segala jenis media paparan (papan tulis, papan planel, gabus, magnetik), seperangkat OHP, slide dan fllm.
Media kelompok besar yaitu media tersebut dapat digunakan oleh kelompok masa yang lebih besar, misalnya penyuluhan dilapangan dengan menggunakan film lebar dan pengeras suara dan televisiumum.[19]
C. Langkah-Langkah Penyiapan Media Aqidah Akhlaq di Madrasah Ibtidaiyah
Terkait dengan semakin beragamnya media pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar, pemilihan media hendaknya memperhatikan beberapa prinsip, yaitu:
a) Kejelasan maksud dan tujuan pemilihan media; apakah untuk keperluan
hiburan, informasi umum, pembelajaran dan sebagainya,
b) Familiaritas media, yang melibatkan pengetahuan akan sifat dan ciri-ciri media
yang akan dipilihserta siswa pernah mengetahuinya, dan
c) membandingkan dan menyesuaikan sejumlah media yang akan digunakan
karena adanya beberapa pilihan yang kiranya lebih sesuai dengan tujuan
pengajaran.
Media pada hakekatnya merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran.
Pemilihan media dalam kegiatan pembelajaran diharapkan akan ada interaksi antara guru dan siswa serta media pembelajaran yang kita pilih. Pemilihan media yang akan guru gunakan harus sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasaran didik. Media yang digunakan apakah sudah tersedia di sekolah, apakah media yang digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang guru rencanakan, dan apakah media pembelajaran yang kita gunakan terjangkau harganya. Maka ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media adalah:
1. Tujuan penggunaan
Tujuan penggunaan ini adalah sesuai dengan tujuan pembelajaran yaitu standar
kompetensi dan kompetensi dasar yang akan dicapai pada materi. Media
pembelajaran yang digunakan apakah dapat mencapai ketercapaian tujuan
pembelajaran pada domain kognitif, afektif dan psikomotorik siswa. Jadi pemilihan media harus disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan, apakah menggunakan media audio, visual diam, visual gerak, audio visual gerak atau
sebagainya.
2. Sasaran pengguna media
Sasaran pengguna media adalah siapakah yang akan menggunakan media.
Bagaimanakah karakteristik pengguna media, berapa jumlahnya, bagaimana
motivasi dan minat belajar mereka. Mengetahui sasaran pengguna media ini sangat penting dilakukan karena akan berdampak pada manfaat penggunaan media sebagai media dalam menyampaikan informasi. Serta pengguna media dapat mengambil manfaat dari penggunaan media.
3. Karakteristik media
Sebelum menggunakan media, guru harus karakteristik media yang digunakan.
Karakteristik media yang digunakan harus sesuai dengan sasaran pengguna media
dan tujuan penggunaan media. Kelebihan dan kelemahan media yang digunakan
juga harus diperhatikan. Maka diperlukan perbandingan berbagai media
pembelajaran sebelum memilih media pembelajaran yang tepat.
4. Waktu
Dalam pemilihan media, waktu juga perlu diperhatikan. Waktu yang dimaksudkan
adalah mulai dari persiapan, pengadaan media serta waktu penyajian media
pembelajaran. Jangan sampai media yang telah kita pilih memakan banyak waktu
pada saat kegiatan pembelajaran.
5. Biaya
Penggunaan media pada dasarnya dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Maka dari itu faktor biaya juga harus diperhatikan, jangan sampai media yang kita pilih memakan banyak biaya.
6. Ketersediaan
Media yang akan digunakan apakah tersedia di lingkungan sekitar kita baik itu
tersedia di sekolah atau di pasaran. Jika belum tersedia apakah guru bisa
membuatnya sendiri dengan kemampuan, waktu, tenaga dan sarana yang tersedia
untuk membuatnya.
Selanjutnya Jenis-jenis media pembelajaran yang cocok digunakan pada
pembelajaran aqidah di Madrasah Ibtidaiyah menurut penulis adalah media cetak seperti buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, kartun, komik gambar, media audio seperti CD, tape recorder kaset, media audio visual seperti film, video, televisi, komputer. Permainan (game), manusia dan lingkungan. Agar penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar berhasil dengan baik, perlu dilakukan langkah-langkah: perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Dalam langkah-langkah tersebut, guru dan siswa terlibat aktif sehingga kegiatan pemanfaatan lingkungan tersebut menjadi tanggung jawab bersama.
Media mana yang akan digunakan tergantung kepada tujuan yang ingin dicapai, sifat bahan ajar, ketersediaan media tersebut, dan juga kemampuan guru dalam menggunakannya. Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Contoh : bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan. Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat digunakan. Jika tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas), maka media film dan video bisa digunakan. Di samping itu, terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer), seperti: biaya, ketepatgunaan keadaan peserta didik ketersediaan dan mutu teknis.
Langkah- langkah penyiapan media pembelajaran aqidah di MI adalah sebagai berikut :
a. Pemilihan media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau
kompetensi yang ingin dicapai. Pemilihan media harus disesuaikan dengan
biaya yang sesuai dengan kondisi keuangan sekolah.
b. Pemilihan media harus sesuai dengan ketepatgunaan (dalam penggunaan
media harus efektif dan efisien.
c. Pemilihan media harus disesuikan dengan keadaan peserta didik (arakteristik siswa) menarik perhatian, adanya penonjolan/penekanan (misalnya dengan
warna), direncanakan dengan baik, serta memungkinkan siswa lebih aktif
belajar.
d. Pemilihan media harus sesuai dengan media yang tersedia disekolah atau
guru bisa membawa langsung media yang dimiliki dan guru mampu menggunakan media tersebut.
e. penggunaan media memerlukan langkah langkah seperti perencanaan
(pemilihan media yang sesuai), pelaksanaan (pemakaian media), tindak
lanjut (setelah melaksanakan media tersebut apa pengaruhnya terhadap
perilaku siswa).[20]
D. Macam-Macam Media Pembelajaran
Media pembelajaran merupakan wadah dari pesan yang disampaikan oleh sumber
atau penyalurnya yaitu pendidik, kepada sasaran atau penerimanya yaitu peserta didik yang sedang menempuh pendidikan. Tujuan penggunaan media pembelajarguna mempermudah proses pemblajaran agar berjalan dengan baik.
Macam-macam media pembelajaran aqidah akhlak disini dapat diklasifikasikam menjadi bebarapa macam:
1. Media Visual
Media visual termasuk mediagrafis, yang berfungsi untuk menerim pesan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan kedalam simbol-simbol komunikasi visual. Menurut suparto, media visual adalah gambar yang secara keseluruhan dari sesuatu yang dijelaskan kedalam sesuatu yang dapat divisualkan. [21]
Jenis media inilah yang sering digunakan oleh para guru untuk membantu menyampaikan isi atau materi pelajaran. Media visual ini terdiri atas media yang tidak dapat diproyeksikan (non-projected visuals) dan media yang dapat diproyeksikan (projected visuals). Media yang dapat diproyeksikan bisa berupa gambar diam atau bergerak.[22]
❖ Media Yang Tidak Diproyeksikan
a. Media realita adalah benda nyata. Benda tersebut tidak harus dihadirkan di ruang kelas, tetapi siswa dapat melihat langsung ke obyek. Kelebihan dari media realia ini adalah dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Misal untuk mempelajari keanekaragaman makhluk hidup, klasifikasi makhluk hidup, ekosistem, dan organ tanaman.
b. Model adalah benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau pengganti dari benda yang sesungguhnya. Penggunaan model untuk mengatasi kendala tertentu sebagai pengganti realia. Misal untuk mempelajari sistem gerak, pencernaan, pernafasan, peredaran darah, sistem ekskresi, dan syaraf pada hewan.
c. Media grafis tergolong media visual yang menyalurkan pesan melalui simbol-simbol visual. Fungsi dari media grafis adalah menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya dilakukan melalui penjelasan verbal.
Jenis-jenis media grafis adalah:
• gambar / foto: paling umum digunakan
• sketsa: gambar sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian pokok tanpa detail. Dengan sketsa dapat menarik perhatian siswa, menghindarkan verbalisme, dan memperjelas pesan.
• diagram / skema: gambar sederhana yang menggunakan garis dan simbol untuk menggambarkan struktur dari obyek tertentu secara garis besar. Misal untuk
mempelajari organisasi kehidupan dari sel samapai organisme.
• bagan / chart : menyajikan ide atau konsep yang sulit sehingga lebihmudah dicerna siswa. Selain itu bagan mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari penyajian. Dalam bagan sering dijumpai bentuk grafis lain, seperti: gambar, diagram, kartun, atau lambang verbal.
• grafik: gambar sederhana yang menggunakan garis, titik, simbol verbal atau bentuk tertentu yangmenggambarkan data kuantitatif. Misal untuk mempelajari
pertumbuhan.
❖ Media proyeksi
a. Transparansi OHP merupakan alat bantu mengajar tatap muka sejati, sebab tata letak ruang kelas tetap seperti biasa, guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus membelakangi siswa). Perangkat media transparansi meliputi perangkat lunak (Overhead transparancy / OHT) dan perangkat keras (Overhead projector / OHP).
Teknik pembuatan media transparansi, yaitu:
• Mengambil dari bahan cetak dengan teknik tertentu
• Membuat sendiri secara manual
b. Film bingkai / slide adalah film transparan yang umumnya berukuran 35 mm dan diberi bingkai 2X2 inci. Dalam satu paket berisi beberapa film bingkai yang terpisah satu sama lain. Manfaat film bingkai hampir sama dengan transparansi OHP, hanya kualitas visual yang dihasilkan lebih bagus. Sedangkan kelemahannya adalah beaya produksi dan peralatan lebih mahal serta kurang praktis. Untuk menyajikan dibutuhkan proyektor slide.
2. Media Audio
Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (haknya dapat didengar) yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan para siswa untuk mempelajari bahan ajar. Program kaset suara dan program radio adalah bentuk dari media audio. Penggunaan media audio dalam kegiatan pembelajaran pada umumnya untuk melatih keterampilan yang berhubung dengan aspek-aspek keterampilan mendengarkan. Dan sifatnya
yang auditif, media ini mengandung kelemahan yang harus diatasi dengan cara memanfaatkan media lainnya. Yang termasuk dalam mediau audia diantaranya:
• Radio
Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan aktual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa-peristiwa penting dan baru, masalah-masalah kehidupan dan sebagainya. Radio dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang cukup
efektif.
• Kaset-audio
Yang dibahas disini khusus kaset audio yang sering digunakan di sekolah.
Keuntungannya adalah merupakan media yang ekonomis karena biayapengadaan
dan perawatan murah.
3. Media Audio-Visual
Sesuai dengan namanya, media ini merupakan kombinasi audio dan visual, atau biasa disebut media pandang-dengar. Dengan menggunakan media ini, penyajian bahan ajar kepada para siswa akan semakin lengkap dan optimal. Selain itu dengan media ini, dalam batas-batas tertentu dapat menggantikan peran guru dan tugas guru. Dalm hal ini, guru tidak selalu berperan sebagai penyaji materi (teacher) tetapi karena penyajian materi bisa diganti oleh media, maka peran guru bisa beralih menjadi fasilitator belajar. Contoh dari media audio-visual di antaranya program video atau televisi pendidikan, video atau televisi instruksional, dan program slide suara.
• Media video
Merupakan salah satu jenis media audio visual, selain film. Yang banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran, biasa dikemas dalam bentuk VCD.
❖ Media computer
Media ini memiliki semua kelebihan yang dimiliki oleh media lain. Selain mampu menampilkan teks, gerak, suara dan gambar, komputer juga dapat digunakan secara interaktif, bukan hanya searah. Bahkan komputer yang disambung dengan internet dapat memberikan keleluasaan belajar menembus ruang dan waktu serta menyediakan sumber belajar yang hampir tanpa batas.
4. Media Cetak
Media cetak pada kenyataan meliputi bahan bacaan di Indonesia. Bahan bacaan masih sedikit jumlahnya bila dilihat dari kebutuhan. Lagi pula kecenderungan dan rangsangan untuk membacapun masih kurang. Padahal kegiatan membaca merupakan suatu yang cukup penting artinya bagi siswa.
Dengan membaca secara teratur siswa dapat menyerap gagasan, teori, analisis atau penemuan orang lain. Dan lewat kegiatan membaca oarang dapat mengikuti setiap perkembangan baru yang terjadi. Selain meliputi bahan bacaan, media cetak menampilkan simbol-simbol tertentu. Macam-macam media cetak antara lain yaitu:
a. Buku
Buku merupakan sarana yang penting bagi berlangsungnya proses belajar mengajar.
Karena pada hakikatnya penggunaan media buku dalam proses belajar mengajar bertujuan untuk mempermudah siswa belajar.
b. Majalah
Membaca majalah berarti mempelajari hasil karya tulis para ahli menurut bidangnya.
Membaca majalah merupakan suatu cara atau sesuatu sarana untuk memelihara
tingkat pengetahuan sendiri serta untuk menambah pengetahua baru. Majalah
merupakan sarana untuk menggugah minat siswa terhadap suatu masalah pada waktu lampau atau masa sekarang. Majalah ini memuat aneka peristiwa baik tentang pengembangan di bidang pendidikan, juga memuat tentang artikel-artikel mengenai peristiwa sejarah pada masa lampau. Hal ini merupakan bahan penunjang bagi siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
c. Surat kabar/Koran
Sedangkan surat kabar juga merupakan sarana penunjang dalam pembelajaran, karena surat kabar merupakan suatu cara untuk menambah pengetahuan baru bagi siswa.[23]
5. Media Objek
Media objek merupakan media tiga dimensi yang menyampaikan informasi tidak dalam bentuk penyajian, melainkan melalui ciri fisiknya sendiri, seperti ukuran, bentuk, berat, susunan, warna, fungsi, dan sebagainya. Media ini dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu media objek sebenarnya dan media objek pengganti. Media objek sebenarnya dibagi dua jenis
yaitu media objek alami dan media objek buatan. Media objek alami dapat dibagi ke dalam dua jenis yaitu obje alami yang hidup dan objek alami yang tidak hidup. Sebagai contoh objek alami yang hidup adalah ikan, burung elang, singa, dan sebagainya. Sedangkan contoh objek alami yang tidak hidup adalah batu-batuan, kayu, air dan sebagainya. Objek buatan yaitu buatan manusia, contohnya gedung, mainan, jaringan transportasi, dan sebagainya.[24]
6. Media Elektronik
Media ini diciptakan untuk menyampaaikan informasi pendidikan yang dapat dimanfaatkan secara umum, baik dikalangna pendidikan maupun masyarakat secara luas.
Beberapa media elektronik yang dimaksud antara lain:
a. Slide dan filmstrip
Merupakan gambar yang diproyeksikan dan dapat dilihat, serta dapat dioperasikan secara mudah. Media ini berfungsi untuk memudahkan menyajian seperangkat
materi tertentu, membangkitkan minat anak dan menjangkau semua bidang
pelajaran, termasuk pendidikan agama Islam.
b. Flim
Media ini mempunyai nilai tertentu, seperti dapat melengkapi berbagai pengalaman
yang dimiliki peserta didik dapat memancing inspirasi baru, serta dapat
memperlihatkan perlakuan obyek yang sebenarnya.
c. Televisi
Penggunaan media ini dapat dilakukan dengan alternatif dari melihat siaran televisi. Dengan menggunakan media ini materi pembelajaran yang diberikan dapat bersifat langsung dan nyata, jangkauan luas, dan memungkinkan penyajian aneka ragam peristiwa.
d. Radio
Melalui media ini peserta didik dapat mendengarkan siaran dari berbagai penjuru dan berbagai peristiwa. Media ini dapat memberikan berbagai berita yang sesuai dengan pembelajaran, menarik minat, jaungkauan luas, dapat mendorong timbulnya kreativitas dan mempunyai nilai-nilai yang rekreatif.
My Refleksi
integrasi pemanfaatan media pembelajaran manual maupun berteknologi digital, dapat dilihat baik bila memenuhi yaitu: bila siswa tidak hanya menggunakan teknologi setiap saat, tetapi juga memiliki akses ke berbagai alat yang sesuai tugas belajar dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pemahaman yang lebih dalam tentang suatu konten/ materi. Integrasi teknologi juga bergantung pada jenis teknologi yang tersedia dan jumlah akses yang dimiliki peserta didik terhadap teknologi. Syarat utama untuk mengintegrasikan teknologi sebagai media pembelajaran yang berhasil adalah tentang kesediaan untuk beradaptasi dengan perubahan. Hal ini merupakan proses berkelanjutan dan tuntutan pembelajaran berkelanjutan bagi semua pihak, terutama bagi guru sebagai ujung tombak pendidikan Indonesia. Dan siswa yang terampil dan memenuhi persyaratan skl sebagai tujuan pendidikan yang diharapkan.
Menurutku Pendidikan itu,
Usaha dari manusia untuk belajar.
Dalam belajar membutuhkan pengajar.
Pengajar mengunakan metode dan media ajar untuk kesuksesan pembelajaran.
Maka singkronisasi ialah realisasi dari perwujutan tujuan pendidikan.
@Rilis_Wahyu
Sekian blog kali ini, thanks buat sahabat baca...sukses selalu
@Rilis_Wahyu
#rilisyanglagirindu
#jangankautanyasiapakarnaakupuntaktau
Catatan Kaki
[1] Departemen Agama RI, Al-Qur’ an dan Terjemah, (Bandung : Cordoba Internasional Indonesia, 2013)
[2] Yusuf Al- Qardhawy, Pendidikan Islam dan Madrasah Hasan Al-Banna,(Jakarta: Bulan Bintang, 1980), h, 47
[3] Dewa Gede Hendra Divayana, P. Wayan Arta Suyasa, dan Nyoman Sugihartini, “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web Untuk Matakuliah Kurikulum dan Pengajaran di Jurusan Pendidikan Teknik Informatika Universitas Pendidikan Ganesha,” Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika (JANAPATI) 5, no. 3 (2016): 149.
[4] Ali Muhson, “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi,” Jurnal Pendidikan Akuntansi
Indonesia 8, no. 2 (2010): 1–10.
[5] Rodhatul Jennah, Media Pembelajaran, ed. Suhartono, Media Pembelajaran, 1 ed. (Banjarmasin: Antasari Press, 2009).
[6] Divayana, Suyasa, dan Sugihartini, “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web Untuk Matakuliah
Kurikulum dan Pengajaran di Jurusan Pendidikan Teknik Informatika Universitas Pendidikan Ganesha.”
[7] Arifa Nahdiyah, “PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK
KELAS IV DI SD/MI” (UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG, 2021).
[8] Kurniawantias et al., “Penggunaan Media Pembelajaran Koding ( Koran Dinding ).”
[9] Nahdiyah, “PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS IV
DI SD/MI.”
[10] Enung Nurhasanah, “Pengembangan Multimedia Pembelajaran Sejarah Perkembangan Islam Berbasis
Macromedia Flash untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa,” Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ilmu Pendidikan) 2, no. 3 (2021): 148–153, http://journal.ainarapress.org/index.php/ainj.
[11] Ibid.
[12] Abdullah, “Pembelajaran Dalam Perspektif Kreativitas Guru Dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran.”
[13] Ramli Abdullah, “Pembelajaran Dalam Perspektif Kreativitas Guru Dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran,”
Lantanida Journal 4, no. 1 (2017): 35.
[14] Hanin Nur Laili, Safarinda Tri Handayani, dan Sumbaji Putranto, “Eksplorasi Media dalam Pembelajaran
Matematika Daring di Madrasah Ibtidaiyah,” UNION: Jurnal Pendidikan Matematika 9, no. 2 (2021): 203–213.
[15] Kurniawantias et al., “Penggunaan Media Pembelajaran Koding ( Koran Dinding ).
[16] Hasan Mubarok et al., “PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUDIO VISUAL TERHADAP MINAT BELAJAR
SISWA DI PESANTREN AINUL HASAN,” Syntax Fusion : Jurnal Nasional Indonesia 1, no. 7 (2021): 119–124.
[17] Muhson, “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi.”
[18] Bagas Kurniawantias et al., “Penggunaan Media Pembelajaran Koding ( Koran Dinding ),” Alamtara: Jurnal
Komunikasi dan Penyiaran Islam 5, no. 1 (2021): 74–79, http://ejournal.iai�tabah.ac.id/index.php/alamtaraok/article/view/683.
[19] Rodhatul Jennah, Media Pembelajaran, (Banjarmasin: Antasari Press, 2009), hlm. 45-51.
[20] Fatikh Inayahtur Rahma.MEDIA PEMBELAJARAN (kajian terhadap Langkah-langkah Pemilihan Media dan
Implementasinya dalam Pembelajaran bagi Anak Sekolah Dasar). PANCAWAHANA: Jurnal Studi Islam Vol.14, No.2, Desember 2019, hlm. 93-94
[21] Muhammad Rahnab, Sofan Amri, Strategi Dan Desain Pengembangan Sistem Pembelajaran , Prestasi
Pustakarya, Jakarta; 2013, hlm. 153.
[22] Tim Pengembang MKDP, Kurikulum dan Pembelajaran, RajaGrafindoPersada, Jakarta; 2013, hlm. 162
[23] Muhammad Rahman dan Sofan Amri, Strategi dan Desain Pengembangan Sistem Pembelajaran, hlm. 154
[24] Tim Pengembang MKDP, Kurikulum dan Pembelajaran, hlm. 164
Komentar
Posting Komentar